Jumat, 19 Januari 2007

METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN

Metode Harga Pokok Rata-Rata Tertimbang .
Di dalam metode ini, harga pokok produk dalam proses awal ditambahkan kepada biaya produksi sekarang, dan jumlahnya kemudian dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk mendapatkan harga pokok rata-rata tertimbang. Harga pokok rata-rata tertimbang ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang dengan cara mengalikannya dengan jumlah kuantitasnya.


Contoh
PT “SARI” adalah perusahaan yang produknya diproses melalui dua tahap. Perusahaan ini menggunakan metode proses Cost Accounting sebagaimana disarankan oleh konsultan. Karena bagi perusahaan ini metode proses cost adalah baru, sehingga dalam menghitung masih keliru, maka agar tidak keliru perusahaan minta bantuan Saudara untuk menghitungkan hasil kegiatan proses Departemen I.
Data Departemen I adalah sebagai berikut:
1. Pada awal September 2005 masih ada barang dalam proses (WIP) sebanyak 100 unit dengan harga Rp123.750,- terdiri dari biaya Bahan Baku Rp50.000,-, Tenaga Kerja Rp47.500,- dan Overhead Rp26.250,-. Keadaannya (Stage of Completion) dari 100 unit adalah sebagai berikut:
a. Yang 25%nya: Bahan Baku 100% Tenaga Kerja 80% BOP 60%
b. Yang 25%nya: Bahan Baku 100% Tenaga Kerja 60% BOP 40%
c. Yang 25%nya: Bahan Baku 100% Tenaga Kerja 40% BOP 20%
d. Yang 25%nya: Bahan Baku 100% Tenaga Kerja 20% BOP 20%
2. Selama bulan September diambil dari gudang material sebanyak 200 unit dengan harga per unit Rp1.000,-. Sebelum dimasukkan dalam proses tahap I tiap unit di potong menjadi 2 unit.
3. Pada akhir September 2005 masih ada yang belum dapat diselesaikan sebanyak 20 unit dengan keadaan sebagai berikut:
a. Yang 60%nya: Bahan Baku 100% Tenaga Kerja 50% Overhead 50%
b. Yang 40%nya: Bahan Baku 100% Tenaga Kerja 25% Overhead 25%
4. Biaya yang dikeluarkan selama bulan September 2005 untuk keperluan pemprosesan itu ialah: Tenaga Kerja Rp306.600,- dan Overhead Pabrik Rp362.400,-.
Diminta : Saudara diminta menyusun laporan biaya Produksi Bulan September 2005 dengan metode.
        1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)
        2. Rata-rata

Jawaban 1
PT “SARI”
Laporan Biaya Produksi Departemen I
Bulan September 2005
(MPKP)








Data produksi




Jumlah produk dalam proses awal




100% BBB, 80% BTK, 60% BOP =
25 unit


100% BBB, 60% BTK, 40% BOP =
25 unit


100% BBB, 40% BTK, 20% BOP =
25 unit


100% BBB, 20% BTK, 20% BOP =
25 unit






100 unit
Jumlah produk yang dimasukkan dalam proses = 200 unit x 2 =
400 unit +




500 unit
Jumlah produk selesai yang ditransfer ke Dep. II = 500 unit – 20 unit =
480 unit
Jumlah produk dalam proses akhir




100% BB, 50% BTK, 50% BOP = 60% x 20 unit =
12 unit


100% BB, 25% BTK, 25% BOP = 40% x 20 unit =
8 unit +
20 unit




500


Biaya yang dibebankan dalam Dep. I:




Total
Unit. Ekuiv
Per Unit
Harga pokok produk dalam proses awal
Rp 123.750,-
-
-
Biaya yang ditambahkan dalam Dep.I






Biaya Bahan Baku = 200 unit x Rp1.000,- =
Rp 200.000,-
400 1)
Rp 500,-
Biaya Tenaga Kerja
Rp 306.600,-
438 2)
Rp 700,-
Biaya Overhead Pabrik
Rp 362.400,-
453 3)
Rp 800,-
Jumlah biaya yg ditambahkan dalam Dep.I
Rp 869.000,-


Rp 2.000,-
Jumlah komulatif biaya yg ditambahkan pada Dep.I
Rp 992.750,-


Rp 2.000,-


Perhitungan harga pokok:
Harga pokok produk selesai yang di transfer ke Dep. II




Harga pokok persediaan produk dalam proses awal
Rp 123.750,-


Biaya yg diperlukan untuk menyelesaikan produk dlm proses awal


Biaya bahan baku
-


Biaya tenaga kerja : 50 x Rp 700,-
Rp 35.000,-


Biaya overhead pabrik : 65 x Rp 800,-
Rp 52.000,-




Rp 210.750,-


Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke Dep. II yg berasal dari bulan ini: 380 x Rp 2.000,- ..........


Rp 760.000,-


Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke Dep.II




480 @ Rp 2.020,396,-


Rp 970.750,-
Harga pokok produk dalam proses akhir




Biaya bahan baku : 20 x Rp 500,-
Rp 10.000,-


Biaya tenaga kerja : 8 x Rp 700,-
Rp 5.600,-


Biaya overhead pabrik : 8 x Rp 800,-
Rp 6.400,-






Rp 22.000,-




Rp 992.750,-




Keterangan:








1) BBB:








Persediaan dalam proses awal
=
0
=
0
Produk selesai yang ditransfer ke Departemen II


=


480 unit – 100 unit


=


380 unit
Produk dalam proses akhir
=
(100% x 12 unit) + (100% x 8 unit)
=
20 unit








400 unit
2) BTK:








Persediaan dalam proses awal
=
(20% x 25) + (40% x 25) + (60% x 25) + (80% x 25) = 5 + 10 + 15 + 20


=


50 unit
Produk selesai yang ditransfer ke Departemen II


=


480 unit – 100 unit


=


380 unit
Produk dalam proses akhir
=
(50% x 12 unit) + (25% x 8 unit) = 6 + 2
=
8 unit
3) BOP:






438 unit
Persediaan dalam proses awal
=
(100% - 60%) x 25 + (100% -40% ) x 25 + (100% - 20%) x 25 +(100% - 20%) x 25 = 10 + 15 + 20 + 20




=




65
Produk selesai yang ditransfer ke Departemen II dalam proses akhir


=


480 unit – 100 unit


=


380 unit
Produk dalam proses akhir


=
(50% x 12 unit) + (25% x 8 unit) = 6 + 2
=
8 unit








453 unit




Jawaban 2
PT “SARI”
Laporan Biaya Produksi Departemen I
Bulan September 2005
(Rata-Rata)






Data Produksi:




Produk dalam proses awal
100 unit


Produk yang dimasukkan dalam proses = 200 unit x 2 =
400 unit


Jumlah produk yang diolah dalam bulan September


500 unit
Produk selesai yang ditranfer ke DEP. II = 500 unit x 20 unit =
480 unit


Produk dlm proses akhir




(100% BBB, 50% BTK, 50% BOP) = 60% x 20 unit =
12 unit


(100% BBB, 25% BTK, 25% BOP) = 40% x 20 unit =
8 unit






500 unit
Biaya yang dibebankan dalam Departemen II:


Total
Prod. Ekuiv
Per Unit
Harga pokok produk dalam proses awal:






Biaya Bahan Baku
Rp 50.000,-




Biaya Tenaga Kerja
Rp 47.500,-




Biaya Overhead Pabrik
Rp 26.250,-




Biaya yang ditambahkan bulan ini






Biaya Bahan Baku
Rp 200.000,-
500 1)
500 4)
Biaya Tenaga Kerja
Rp 306.600,-
488 2)
725,62 5)
Biaya Overhead Pabrik
Rp 362.400,-
488 3)
796,41 6)


Rp 992.750,-


2.022,03




Perhitungan harga pokok:




Harga pokok produk selesai yang ditransfer




ke Dep. II: 480 x Rp 2.022,03


Rp 970.574,-
Harga pokok produk dalam proses akhir (20 unit)


Biaya Bahan Baku:
Rp 10.000,- 7)


Biaya Tenaga Kerja :
Rp 5.805,- 8)


Biaya Overhead Pabrik:
Rp 6.371,- 9)






Rp 22.176.,-




Rp 992.750,-




Keterangan
  1. Unit Ekuivalen Bahan Baku = 480 + (100% x 12 unit) + (100% x 8 unit) = 500 unit
  2. Unit Ekuivalen BTK = 480 + (50% x 12 unit)+ (25% x 8 unit) = 488 unit
  3. Unit Ekuivalen BOP = 480 + (50% x 12 unit)+ (25% x 8 unit) = 488 unit
  4. (Rp50.000,- + Rp200.000,-) : 500 unit = Rp500
  5. (Rp47.500,- + Rp306.600,-) : 488 unit = Rp725,62
  6. (Rp26.250,- + Rp362.400,-) : 488 unit = Rp796,41
  7. {(100% x 12 unit) + (100% x 8 unit)} x Rp500,- = Rp10.000,-
  8. {(50% x 12 unit)+ (25% x 8 unit)}x Rp725,62 = Rp 5.805,-
  9. {(50% x 12 unit)+ (25% x 8 unit)}x Rp796,41 = Rp 6.371,-


1 komentar:

  1. FBS Indonesia – FBS ASIAN adalah salah satu Group Broker Forex Trading FBS Markets Inc
    yang ada di ASIA dimana kami adalah online support partner fbs perwakilan yang sah dipercayakan oleh perusahaan FBS untuk melayani semua klien fbs
    di asia serta fbs yang ada di indonesia.
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
    3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
    4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
    5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya
    Buka akun anda di fbsasian.com.
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : fbs2009

    BalasHapus