Rabu, 17 Januari 2007

BIAYA TENAGA KERJA

Pengertian Biaya Tenaga Kerja.
     Tenaga kerja adalah usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk. Biaya tenaga kerja adalah harga yang dibayarkan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut.

A.Penggolongan Kegiatan Dan Biaya Tenaga Kerja.
     Dalam perusahaan manufaktur penggolongan kegiatan tenaga kerja dapat dilakukan sebagai berikut:

1.Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan.
   Organisasi dalam perusahaan manufaktur dibagi kedalam tiga fungsi pokok: produksi, pemasaran dan administrasi. Oleh karena itu perlu ada penggolongan dan pembedaan antara tenaga kerja pabrik dan tenaga kerja non pabrik. Pembagian ini bertujuan untuk membedakan biaya tenaga kerja yang merupakan unsur harga pokok produk dari biaya tenaga kerja non pabrik, yang bukan merupakan elemen harga pokok produk, melainkan merupakan elemen biaya usaha. Dengan demikian biaya tenaga kerja perusahaan manufaktur digolongkan menjadi: biaya tenaga kerja produksi, biaya tenaga kerja pemasaran dan biaya tenaga kerja administrasi dan umum. Berikut ini adalah beberapa contoh biaya tenaga kerja yang termasuk dalam tiap golongan tersebut:
     a.Upah tenaga kerja produksi:
            Upah karyawan pabrik
            Biaya kesejahteraan karyawan pabrik
            Upah lembur karyawan pabrik
            Upah mandor pabrik
            Upah manajer pabrik

   b.Biaya tenaga kerja pemasaran:
            Upah karyawan pemasaran
            Biaya kesejahteraan karyawan pemasaran
            Biaya komisi pramuniaga
             Gaji manajer pemasaran

      c.Biaya tenaga kerja administrasi dan umum:
               Gaji karyawan bagian akuntansi
               Gaji karyawan bagian personalia
               Gaji karyawan bagian sekretariat
               Biaya kesejahteraan karyawan bagian Akuntansi
               Biaya kesejahteraan karyawan bagian Personalia
               Biaya kesejahteraan karyawan bagian Sekretariat

2.Penggolongan menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan
   Misalnya departemen produksi suatu perusahaan kertas terdiri dari tiga departemen: Bagian Pulp, Bagian Kertas dan Bagian Penyempurnaan. Biaya tenaga kerja dalam departemen produksi tersebut digolongkan sesuai dengan bagian-bagian yang dibentuk dalam departemen tersebut. Tenaga kerja yang bekerja di departemen-departemen non produksi digolongkan pula menurut departemen yang menjadi tempat kerja mereka. Dengan demikian biaya tenaga kerja di departemen-departemen non produksi dapat digolongkan menjadi biaya tenaga kerja bagian Akuntansi, biaya tenaga kerja Bagian Personalia dan lain sebagainya. Penggolongan semacam ini dilakukan untuk lebih memudahkan pengendalian terhadap biaya yenaga kerja yang terjadi dalam tiap departemen yang dibentuk dalam perusahaan. Kepala departemen yang bersangkutan bertanggung jawab atas pelaksanaan kerja karyawan dan biaya tenaga kerja yang terjadi dalam departemennya.

3.Penggolongan menurut jenis pekerjaan
   Dalam suatu departemen, tenaga kerja dapat digolongkan menurut sifat pekerjaannya. Misalnya dalam suatu departemen produksi, tenaga kerja digolongkan sebagai berikut: operator mandor, dan penyelia ( surintendant ). Dengan demikian biaya tenaga kerja juga digolongkan menjadi: upah operator, upah mandor dan upah penyelia. Penggolongan biaya tenaga kerja semacam ini digunakan sebagai dasar penetapan deferensiasi upah standar kerja.

4.Pengolongan menurut hubungannya dengan produk
   Dalam hubungannya dengan produk, tenaga kerja dibagi menjadi: tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tak langsung. Tenaga kerja langsung adalah semua karyawan yang secara langsung ikut serta memproduksi produk jadi, yang jasanya dapat diusut secara langsung kepada produk, dan upahnya merupakan bagian yang besar dalam memproduksi produk. Upah tenaga kerja langsung diperlakukan sebagai biaya tenaga kerja langsung dan diperhitungkan langsung sebagai elemen biaya produksi. Tenaga kerja yang jasanga tidak secara langsung dapat diusut kepada produk disebut tenaga kerja tak langsung. Upah tenaga kerja tak langsung ini disebut biaya tenaga kerja tak langsung dan merupakan elemen biaya overhead pabrik. Upah tenaga kerja tak langsung dibebankan kepada produk tidak secara langsung, tetapi melalui tarif biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka.

B.Akuntansi Biaya Tenaga Kerja.
    Biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar berikut ini: (1) gaji dan upah reguler yaitu jumlah gaji dan upah kotor dikurangi dengan potongan-potongan seperti pajak penghasilan karyawan dan biaya asuransi hari tua; (2) premi lembur; dan (3) biaya-biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja ( laborelated cost ).

1.Gaji dan Upah.
       Ada berbagai macam cara perhitungan upah karyawan dalam perusahaan. Salah satu cara adalah dengan mengalikan tarif upah dengan jam kerja karyawan. Demgan demikian untuk menentukan upah seorang karyawan perlu dikumpulkan data jumlah jam kerjanya selama periode waktu tertentu. Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan, dokumen pokok untuk mengumpulkan waktu kerja karyawan adalah kartu hadir ( clock card ) dan kartu jam kerja ( fib time ticket ). Kartu hadir adalah suatu catatan yang digunakan untuk mencatat jam kehadiran karyawan, yaitu jangka waktu antara jam hadir dan jam meninggalkan perusahaan. Jika jam kerja perusahaan dimulai jam 07.00 sampai dengan jam 14.00 maka kartu hadir karyawan akan berisi jam kedatangan di perusahan dan jam pergi dari perusahaan setiap hari kerja. Jika seorang karyawan hadir di perusahaan dari jam 07.00 sampai dengan jam 14.00, maka ia hadir di perusahaan selama 7 jam sehari, yang merupakan jam kerja reguler perusahaan. Jika karyawan bekerja lebih dari 7 jam sehari, kelebihan jam kerja di atas jam kerja reguler tersebut dinamakan jam lembur. Pada setiap akhir minggu, kartu hadir tiap karyawan dikirim ke bagian pembuat daftar gaji dan upah untuk dipakai sebagai dasar perhitungan gaji dan upah karyawan per minggu. Disamping kartu hadir perusahaan menggunakan kartu jam kerja untuk mencatat pemakaian pemakaian waktu hadir karyawan pabrik, dalam mengerjakan berbagai pekerjan atau produk. Kartu jam kerja ini biasanya hanya digunakan untuk mencatat pemakaian waktu hadir tenaga kerja langsung di pabrik. Kartu jam kerja untuk setiap karyawan kemudian disesuaikan dengan waktu yang tercantum dalam kartu jam hadir dan dikirim ke bagian Akutansi Biaya untuk keperluan distribusi gaji dan upah ( labor cost distribution ) tenaga kerja langsung. Kartu jam kerja sangat penting dalam perusahan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dalam perhitungan harga pokoknya. Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses, kartu jam kerja tidak diperlukan, karena karyawan melakukan pekerjaan atau membuat produk yang sama dalam departemen tertentu dari hari ke hari, sehingga distribusi biaya tenaga kerja tidak diperlukan.

                 Akuntansi biaya gaji dan upah dilakukan dalam empat tahap pencatatan berikut ini:
Tahap 1.
  Berdasarkan kartu hadir karyawan ( baik karyawan produksi, pemasaran maupun administrasi dan umum ) bagian pembuatan daftar gaji dan upah kemudian membuat daftar Gaji dan Upah Karyawan. Dari daftar Gaji dan Upah tersebut kemudian dibuat Rekapitulasi Gaji dan Upah untuk mengelompokkan gaji dan upah tersebut menjadi: gaji dan upah karyawan pabrik, gaji dan upah karyawan administrasi dan umum, dan gaji dan upah karyawan pemasaran. Gaji dan upah karyawan pabrik dirinci lagi ke dalam upah karyawan langsung dan karyawan tidak langsung dalam hubungannya dengan produk. Atas dasar Rekapitulasi Gaji dan Upah tersebut, bagian Akuntansi kemudian membuat jurnal sebagai berikut:

        Barang dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja        xx
        Biaya Overhead Pabrik                                         xx
        Biaya Administrasi dan Umum                            xx
        Biaya Pemasaran                                                  xx
                  Gaji dan Upah                                                          xx

Tahap 2
Atas dasar Daftar Gaji dan Upah tersebut bagian Keuangan membuat Bukti Kas Keluar dan cek untuk pengambilan uang dari bank. Atas dasar Bukti Kas Keluar tersebut, bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:

   Gaji dan Upah                                                    xx
            Utang PPh Karyawan                                           xx
             Utang Gaji dan Upah                                          xx

Tahap 3
Setelah cek diuangkan di bank, uang gaji dan upah kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah tiap karyawan. Utang gaji dan upah karyawan kemudian dibayarkan oleh juru bayar kepada tiap karyawan yang berhak. Tiap karyawan menandatangani Daftar Gaji dan Upah sebagai bukti telah menerima gaji dan upah. Setelah tiap karyawan mengambil gaji dan upahnya, atas dasar Daftar Gaji dan Upah yang telah ditandatangani karyawan, Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:

          Utang Gaji dan Upah               xx
                  Kas                                            xx

Tahap 4
Penyetoran pajak pengasilan ( PPh ) karyawan ke Kas Negara dijurnal oleh Bagian Akuntansi sebagai berikut:

           Utang PPh Karyawan              xx
                 Kas                                              xx

Contoh:
Misalkan perusahaan X hanya mempekerjakan 2 orang karyawan yaitu Risa Rimendi dan Eliona Sari. Berdasarkan kartu hadir minggu pertama bulan Maret 2007 bagian pembuat daftar gaji dan upah membuat Daftar Gaji dan Upah untuk periode yang bersangkutan. Menurut kartu hadir, karyawan Risa Rimendi bekerja selama seminggu sebanyak 40 jam, dengan upah perjam Rp 5.000,- sedangkan karyawan Eliona Sari selama periode yang sama bekerja selama 40 jam dengan tarif upah Rp 3.750,- per jam. Menurut kartu jam kerja, penggunaan jam hadir masing-masing karyawan tersebut adalah sebagai berikut:
Penggunaan waktu kerja                         Risa Rimendi             Eliona Sari
------------------------------                        ------------------           ---------------
Untuk pesanan no 103                              15 jam                       20 jam
Untuk pesanan no 188                              20 jam                       10 jam
Untuk menunggu persiapan pekerjaan       5 jam                       10 jam
Dengan demikian upah karyawan tersebut dihitung sebesar  Rp 350.000,- ( 40 jam x Rp 5.000,- ditambah 40 jam x Rp 3.750,- ) dan didistribusikan sebagai berikut:
Distribusi Biaya Tenaga Kerja             Risa Rimendi           Eliona Sari
Dibebankan sebagai biaya
Tenaga kerja langsung ( TKL )
    Pesanan no 103                                 Rp   75.000,-               Rp 75.000,-
    Pesanan no 188                                 Rp 100.000,-               Rp 37.500,-
Dibebankan sebagai biaya
 Overhead pabrik ( BOP )                     Rp   25.000,-               Rp 37.500,-
                                                             ------------------             -----------------
Jumlah upah minggu pertama
    Bulan Maret 2007                             Rp 200.000,-               Rp 150.000,-
PPh yang dipotong oleh perusahaan
   15% dari upah minggu pertama
    Bulan Maret 2007                             Rp   30.000,-               Rp  22.500,-
                                                             ------------------            -----------------
Jumlah upah bersih yang
   Diterima karyawan                             Rp 170.000,-               Rp 127.500,-
                                                             ===========           ===========

Biaya tenaga kerja yang dibayarkan pada saat karyawan menunggu pekerjaan disebut dengan idle time cost. Biaya upah yang dikeluarkan pada saat tenaga kerja menganggur merupakan elemen biaya overhead pabrik ( BOP )

Akuntansi Biaya Gaji dan Upah atas dasar data tersebut diatas dilakukan sebagai berikut:
Tahap 1 Berdasarkan atas Rekapitulasi Gaji dan Upah, bagian Akuntansi kemudian membuat jurnal distribusi gaji dan upah sebagai berikut:

               Barang dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja     Rp 287.500,-
               Biaya Overhead Pabrik                                   Rp   62.500,-
                            Gaji dan Upah                                                               Rp 350.000,-

Tahap 2 Atas dasar bukti kas keluar, bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:

              Gaji dan Upah                                        Rp 350.000,-
                            Utang PPh Karyawan                                            Rp   52.500,-
                            Utang Gaji dan Upah                                             Rp 297.500,-

Tahap 3 Atas dasar Daftar Gaji dan Upah yang telah ditandatangani karyawan ( sebagai bukti dibayarkannya upah karyawan ) Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:

                Utang Gaji dan Upah                 Rp 297.500
                           Kas                                                           Rp 297.500,-

Tahap 4 Penyetoran PPh ke Kas Negara dijurnal oleh bagian Akuntansi sebagai berikut:

                Utang PPh Karyawan                Rp 52.500,-
                           Kas                                                          Rp 52.500,-        
                                                                        
                                                                                                                            
        
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar