Rabu, 14 Februari 2007

KEGIATAN ORGANISASI

Banyak alasan mengapa seseorang yang akan bergabung dengan suatu organisasi/kelompok lainnya, menurut Suprihanto dkk.(op-cit:p.71) disebabkan tiga faktor, antara lain:
  1. Security and Power
Keinginan menggabungkan diri dalam suatu kelompok, individu individu karena merasa apa yang seharusnya dapat dilakukan dan memikliki nilai manfaat, tetapi tidak dapat dilakukan seorang diri jika bergabung maka dapat dilakukan. Dengan semakin banyaknya jumlah anggota kelompok, pendapat kelompok tersebut akan lebih diperhatikan. Hal ini menjadikan semakin kuat dan memberi rasa aman bagi para anggotanya. Melalui kelompok inilah maka individu juga dapat mewujudkan idenya.
  1. Status and Self-Esteem
Dengan menjadi anggota kelompok ataupun individu akan mendapatkan atau memiliki status tertentu. Status sosial yang dimiliki itu dapat meningkatkan harga dirinya jika kelompok tersebut dapat bergabung dan akan memiliki popularitas yang lebih tinggi pada komunitas masyarakat).
  1. Affiliasi
Dengan menjadi anggota suatu kelompok, individu dapat memenuhi kebutuhan akan kontak sosial dengan sesema manusia. Ia dapat mengungkapkan perasaanya pada anggota kelompok yang lain dan dapat memberi pendapat terhadap masalah yang dihadapi rekan kelompoknya.
Kegiatan organisasi merupakan kegiatan dalam pengelolaan organisasi. Ada tiga alat yang dipergunakan oleh manajer dalam pengelolaan organisasi yaitu


  1. Struktur organisasi
  2. Sistem anggaran dan pamparannya
  3. Hubungan kemanusiaan secara langsung.


Para manajer diharapkan dapat memanfaatkan struktur organisasi yang dinamis-organik. Rancanglah struktur yang berkaitan dengan manusia dan jangan merancang struktur organisasi yang berkaitan dengan tugas namun tidak menutup kemungkinan kedua hal tersebut patut diperhatikan. Dari kedua hal diatas fokus utama yang harus anda perhatikan dalam pengeloloaan organisasi adalah perencanaan, sumberdaya, anggaran, pengawasan, informasi, koordinasi, arbitrasi pamparan, pemilihan dan yang terakhir adalah pengembangan. Sistem tersebut harus berhubungan dengan unsur yang menentukan kecukupan organisasi, saling berhubungan satu dengan yang lainya dan memungkinkan motivasi dan komitmen. Apabila sistem tidak berjalan seperti apa yang diharapkan, sebaiknya ada tindakan intervensi langsung.
Bagaimanapun juga pemanfaatan alat tergantung pada tingkat perkembangan organisasi yang mempengaruhi strategi. Kontak lansung biasanya digunakan bila organisasi masih kecil, Pada organisasi ini intervensi langsung terjadi, sedang pada ognanisasi yang besar struktur dan sistem dominan. tingkat intervensi tidak terjadi, namun hal yang terjadi adalah multi fungsi dan multi divisi, oleh karenanya diperlukan pamparan dan rancang bangun struktur yang lebih baik. Perubahan organisasi perlu dilakukan secara berhati-hati, karena perubahan itu akan berhubungan dengan pergeseran tugas, hubungan yang bersifat kemanusiawian dan manusia. Kegagalan organisasi tidak bersifat incremental atau berupa tambahan akan tetapi bersifat total, yang perlu diketahui bahwa kegiatan organisasi itu berkaitan pada tiga hal, yakni realitas, waktu, dan resiko. Jadi, Walaupun syarat-syarat sebagai organisasi yang baik itu sudah dijalankan, namun karena adanya dinamika perubahan,, maka segala realitas kehidupan dan resiko, terutama dimasa yang akan datang serta mencoba melekukan teknik pengembangan organisasi (Robbins 1998:P.225) yaitu dengan teknik-teknik pengembangan yang menyangkut struktur juga teknik-teknik pengembangan yang menyangkut manusia.
Pengembangan struktur adalah perubahan terhadap struktur organisasi yang sengaja dilakukan dengan tujuan meningkatkan motivasi kerja dan kepuasan anggota, atau dalam rangka peningkatan efektivitas organisasi. Teknik-teknik pengembangan yang mencakup struktur mencakup pengembangan materi dan jenis pekerjaan serta hubungan antar pekerja.
Pengembangan organisasi yang menyangkut faktor manusianya, merupakan bagian penting dari upaya peningkatan efektivitas organisasi. Oleh karena itu sebagian besar penelitian tentang pengembangan organisasi memfokuskan diri pada unsur manusia ini, baik dalam kedudukannya sebagai individu maupun kelompok. Teknik-teknik yang dapat di gunakan untuk mengembangankan organisasi dari segi manusianya, Robbins (Ibid:P226-231) mengemukakan antara lain latihan sensitifitas, Survey umpan balik, Konsultasi proses, pembentukan tim kompak serta pengembangan kerjasama antar kelompok. Dapat disimpulkan bahwa pengengangan organisasi berhubungan dengan hal penganalisaan masalah masalah organisasi secara berencana dan terus menerus guna penyempurnaan dan penyesuaian akibat adanya perubahan dengan menerapkan ilmu perilaku yang dilakukan oleh pejabat dalam organisasi sendiri atau dengan konsultan. Adapun ciri-ciri utama pengembangan organisasi adalah suatu perubahan berencana, berorientasi kepada persoalan dan usaha pemecahannya, mengggunakan pendekatan yang konsisten, bagian integral dari proses manajemen, proses yang berkesinambungan dan fokus perhatian pada peningkatan serta selalu mengarah kepada perbaikan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar